Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 13.448 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.508 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 16,030 poin (0,33%) ke level 4.784,152 mengikuti koreksi bursa global dan regional. Minimnya sentimen positif membuat Indeks sulit bergerak ke atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menipis 9,695 poin (0,20%) ke level 4.790,487 di tengah perdagangan yang sepi. Indeks kembali tinggalkan level 4.800.
Sektor tambang dan perdagangan masih bisa menguat. Sayangnya delapan sektor terkena koreksi akibat aksi jual.
Menutup perdagangan, Selasa (4/8/2015), IHSG melemah 19,095 poin (0,40%) ke level 4.781,087. Sementara Indeks LQ45 berkurang 4,072 poin (0,50%) ke level 810,982.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 531,81 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 191.116 kali dengan volume 4,625 miliar lembar saham senilai Rp 4,646 triliun. Sebanyak 124 saham naik, 152 turun, dan 96 saham stagnan.
Bursa saham China menjadi satu-satunya yang menguat sore ini. Bursa Asia sisanya menutup perdagangan dengan negatif.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 27,75 poin (0,14%) ke level 20.520,36.
- Indeks Hang Seng menipis 5,30 poin (0,02%) ke level 24.406,12.
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 133,64 poin (3,69%) ke level 3.756,54.
- Indeks Straits Times turun 7,19 poin (0,23%) ke level 3.185,60.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 975 ke Rp 84.400, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 375 ke Rp 10.100, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 300 ke Rp 6.250, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 20.150.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Prima (LPIN) turun Rp 800 ke Rp 6.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 525 ke Rp 48.850, Metropolitan Kentjana (MKPI) turun Rp 300 ke Rp 16.000, dan Citra Tubindo (CTBN) turun Rp 300 ke Rp 5.400.
(ang/dnl)











































