Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 13.513 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.448 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 5,304 poin (0,11%) ke level 4.786,391. Investor masih lakukan aksi tunggu (wait and see) sambil memantau laporan kinerja emiten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menanjak 23,545 poin (0,49%) ke level 4.804,632 berkat aksi beli setelah pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2015. Saham-saham lapis dua naik cukup tinggi.
Saham-saham lapis dua jadi sasaran aksi beli selektif. Posisi tertinggi yang bisa diraih IHSG ada di level 4.850,532.
Mengakhiri perdagangan, Rabu (5/8/2015), IHSG ditutup melonjak 69,445 poin (1,45%) ke level 4.850,532. Sementara Indeks LQ45 ditutup melompat 16,572 poin (2,04%) ke level 827,554.
Transaksi investor asing sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 188,855 milar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 227.768 kali dengan volume 5,311 miliar lembar saham senilai Rp 5,303 triliun. Sebanyak 184 saham naik, 114 turun, dan 79 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia mayoritas menutup perdagangan sore ini di zona hijau, kecuali bursa saham China. Sentimen positif ini membantu Bursa Efek Indonesia (BEI) melaju di zona hijau.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 93,70 poin (0,46%) ke level 20.614,06.
- Indeks Hang Seng menguat 108,04 poin (0,44%) ke level 24.514,16.
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 61,97 poin (1,65%) ke level 3.694,57.
- Indeks Straits Times bertambah 1,95 poin (0,06%) ke level 3.192,99.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Taisho (SQBI) naik Rp 20.000 ke Rp 335.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 700 ke Rp 10.800, Matahari (LPPF) naik Rp 600 ke Rp 18.100, dan Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 39.200.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 400 ke Rp 84.000, Intermedia Capital (MDIA) turun Rp 395 ke Rp 3.600, Mayora Indah (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 27.700, dan Metropolitan Kentjana (MKPI) turun Rp 200 ke Rp 15.800.
(ang/hen)











































