Mengakhiri perdagangan, Rabu (5/8/2015), IHSG ditutup melonjak 69,445 poin (1,45%) ke level 4.850,532. Sementara Indeks LQ45 ditutup melompat 16,572 poin (2,04%) ke level 827,554.
Semalam Indeks saham S&P 500 dan Nasdaq di bursa Wall Street ditutup positif setelah 3 hari berturut-turut negatif. Tapi indeks Dow Jones masih negatif, akibat anjloknya saham Disney.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat. Sentimen dari pasar global dan regional pun mix.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menguat 161,41 poin (0,78%) ke level 20.775,47.
- Indeks Straits Times menipis 3,87 poin (0,12%) ke level 3.187,52.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
IHSG ditutup di 4.850, naik 69,45 poin atau sebesar 1,45%. Kenaikan ini merupakan technical rebound (pull back) jangka pendek yang telah kami estimasi sebelumnya dengan potensi di sekitar 4.800-4.850 dan telah tercapai.
Untuk selanjutnya kami menunggu konfimasi lanjutan dari arah pergerakan IHSG. Dalam beberapa hari ke depan kami mengestimasi IHSG akan relatif sideways di kisaran 4.800-4.875. Perlu kami ingatkan kembali bahwa Major Trend IHSG masih berada dalam kondisi Bearish.
Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.800-4.875.
Pasar ekuitas di Shanghai kembali ditutup turun, sementara bursa saham Asia lainnya ditutup menguat. Indeks bursa saham Eropa ditutup menguat signifikan seiring dengan Indeks bursa saham AS, hanya DJIA yang ditutup flat.
OSO Securities
IHSG berhasil rebound pada perdagangan kemarin dengan naik 1.45% ke level 4,850.53. Rilisnya data GDP growth kuartal II yang naik menjadi 3.78%, hampir sesuai dengan ekspektasi pasar, yang sebelumnya diprediksi bahwa semester I GDP masih berada dibawah 5%. Sehingga pelaku pasar tidak lagi terkejut dengan GDP tahunan yang menunjukkan penurunan dari sebelumnya 4.72% menjadi 4.67%, karena harga yang tercermin saat ini sudah mewakili kecemasan pelaku pasar pada saat rumor itu mulai muncul. Selain itu, rilisnya data indeks jasa China yang naik menjadi 53.8 dari sebelumnya 51.8 semakin membuat kepercayaan pelaku pasar untuk memburu saham kembali meningkat. Namun, pergerakan IHSG tidak sejalan dengan pergerakan rupiah yang saat ini kembali menyentuh level di atas Rp 13.500 atau tepatnya di Rp 13.515. Pelaku pasar asing mencatatkan nett sell sebesar Rp 188.87 miliar.
Setelah mengalami pelemahan pada hari sebelumnya, semalam Bursa Wall Street mencoba untuk melakukan penguatan, namun usaha tersebut gagal yang membuat bursa Wall Street hanya mampu bergerak terbatas dengan kecenderungan naik tipis. Kegagalan tersebut salah satunya dipicu oleh rilisnya data neraca perdagangan Juni yang lebih rendah dari periode sebelumnya yaitu dari $-40.94 menjadi $-43.84.
Berbeda dengan bursa Amerika, semalam bursa Eropa ditutup naik cukup signifikan ditengah rilisnya data Retail Sales bulan Juni yang turun menjadi -0.6% dari sebelumnya 0.1%. Indeks FTSE ditutup menguat 0.98% ke level 6,752.41, Indeks CAC 40 naik 1.65% ke level 5,196.73 dan Indeks DAX naik 1,57% ke level 11,636.30.
Kami prediksikan hari ini IHSG masih bergerak volatile dengan kecenderungan menguat. Perlu diperhatikan peregerakan rupiah pada pagi ini yang masih cenderung terdepresiasi setelah sebelumnya sudah mencapai level di atas 13.500. Secara teknikal, volume MACD histogram terus melanjutkan penguatannya. Indikator stochastic oscilator dan RSI masih terlihat menguat. Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak pada kisaran 4800 β 4898.
(ang/ang)











































