Di tengah lesunya pasar saham, ada baiknya investor mulai mencoba jenis reksa dana selain saham, misalnya reksa dana pasar uang.
"Kalau dengan kondisi saham yang lagi kurang baik, reksa dana di pasar uang bisa jadi pilihan menarik. Saat lebih menarik pasar uang, return lebih menarik, dana kecil saja sekarang sudah dapat 7,4%," kata President Director PT Phillip Asset Management, Lies Lilia Jamin, di Jakarta, Kamis (6/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risiko reksa dana pasar uang relatif lebih rendah ketimbang reksa dana saham, tapi dengan imbal hasil yang juga lebih kecil daripada reksa dana saham.
Meski demikian, menurut Lies, pada masa IHSG jatuh seperti sekarang ini adalah saat yang tepat untuk membeli reksa dana saham. Sebab, nilainya semakin murah dan berpotensi naik tinggi di masa mendatang.
"Justru sebenarnya ini jadi peluang buat kita dan investor. Kita bisa membeli (reksa dana saham) dengan harga lebih murah, karena turun. Memang pasti ada imbasnya, tapi sejauh kita berpatokan pada fundamental perusahaan dan jangka panjang saya kira ini justru bagus," ujarnya.
(ang/dnl)










































