Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 13.539 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.513 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG IHSG naik tipis 5,408 poin (0,11%) ke level 4.855,940. Investor mulai berani berburu saham setelah pengumuman pertumbuhan ekonomi kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG turun 16,152 poin (0,33%) ke level 4.834,380. di tengah penguatan dolar AS yang sudah menembus Rp 13.530. Investor domestik langsung melepas saham.
Saham-saham bank kelas berat jadi incaran investor sehingga masih bisa menguat di tengah koreksi IHSG. Saham lapis dua mulai dilepas setelah kemarin naik.
Menutup perdagangan, Kamis (5/8/2015), IHSG jatuh 43,968 poin (0,91%) ke level 4.806,564. Sementara Indeks LQ45 anjlok 8,668 poin (1,05%) ke level 818,886.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 252,255 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 196.608 kali dengan volume 4,514 miliar lembar saham senilai Rp 4,977 triliun. Sebanyak 101 saham naik, 174 turun, dan 103 saham stagnan.
Bursa-bursa regional rata-rata bergerak negatif hingga siang hari ini, hanya bursa saham Jepang yang masih positif. Imbas perlambatan ekonomi membuat pelaku pasar Asia cenderung wait and see.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 50,38 poin (0,24%) ke level 20.664,44.
- Indeks Hang Seng melemah 138,88 poin (0,57%) ke level 24,375.28.
- Indeks Komposit Shanghai turun 33,03 poin (0,89%) ke level 3.661,54.
- Indeks Straits Times menguat tipis 1,53 poin (0,05%) ke level 3.192,92.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Binakarya (BIKA) naik Rp 325 ke Rp 1.990, Duta Pertiwi (DUTI) naik Rp 300 ke Rp 6.500, Siloam (SILO) naik Rp 250 ke Rp 16.600, dan Link Net (LINK) naik Rp 150 ke Rp 5.675.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.475 ke Rp 47.375, United Tractor (UNTR) turun Rp 900 ke Rp 19.300, Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 775 ke Rp 7.000, dan Unilever (UNVR) turun Rp 750 ke Rp 38.450.
(ang/hen)











































