Kelola Dana Rp 2 Triliun, Abeerden Bidik Pertumbuhan 10% Tahun Ini

Kelola Dana Rp 2 Triliun, Abeerden Bidik Pertumbuhan 10% Tahun Ini

Angga Aliya - detikFinance
Jumat, 07 Agu 2015 07:16 WIB
Kelola Dana Rp 2 Triliun, Abeerden Bidik Pertumbuhan 10% Tahun Ini
Jakarta -

PT Aberdeen Asset Management membidik pertumbuhan dana kelolaan 10% tahun ini. Manajer investasi itu saat ini mengelola dana sekitar Rp 2 triliun.

"Tahun ini kami prediksi masih konsolidasi, tapi setidaknya bisa tumbuh lebih tinggi dari industri. Ya kira-kira 10%," kata Presiden Direktur Aberdeen Asset Management, Sigit Pratama Wiryadi, saat berkunjung ke kantor detikcom, Kamis (6/8/2015).

Saat ini, Aberdeen punya beberapa produk reksa dana yang merupakan kombinasi dari Reksa Dana Saham, Pendapatan Tetap, Pasar Uang, Terproteksi, dan Campuran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aberdeen punya membidik nasabah di tiga kota besar Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Mayoritas dana yang dikelola Aberdeen disimpan dalam investasi saham.

Menurut Direktur of Investments Aberdeen Asset Management, Bharat Joshi, pihaknya punya cara tersendiri untuk milih saham mana yang akan jadi target investasi.

"Salah satu caranya adalah dengan melakukan riset sendiri. Kami tidak hanya mengandalkan berita saja tapi harus bertemu langsung dengan direksi perusahaan," katanya.

Setelah dirasa tepat, maka Aberdeen akan membeli saham di perusahaan tersebut maksimal 1%. Sambil memantau perkembangan perusahaan, jika ternyata terus tumbuh baik, maka Aberdeen kembali menambah kepemilikan sahamnya.

Bharat mengakui, saat ini Aberdeen berinvestasi di sekitar 30-an saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Semua saham ini akan dipegang secara jangka panjang, minimal 3 tahun.

"Jadi bagi kami ketika pasar sedang turun seperti sekarang ini justru jadi kesempatan untuk masuk. Apalagi ekonomi di semester II pasti akan membaik," kata Bharat yang lama tinggal di Malaysia ini.

Saat ini, produk-produk reksa dana Aberdeen dijual di PT Bank OCBC NISP Tbk. Namun pihaknya sedang menjajaki penjualan di bank-bank lain yang selama ini menjadi penjual produknya di luar negeri.

"Sama seperti penjual produk kita di Asia Pasifik, ada Stanchart, dan lain-lain. Bank-bank asing yang ada di Indonesia," ujar Sigit.

Selain di Indonesia, perusahaan yang berasal dari Skotlandia ini juga beroperasi di negara-negara Asia Pasifik, mulai dari Singapura hingga Jepang. Total dana kelolaan Grup Aberdeen mencapai US$ 500 miliar (Rp 6.500 triliun) selama 30 tahun beroperasi.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads