Ulang Tahun Pasar Modal ke-38, Ini Pesan dari Ketua OJK

Ulang Tahun Pasar Modal ke-38, Ini Pesan dari Ketua OJK

Michael Agustinus - detikFinance
Minggu, 09 Agu 2015 10:48 WIB
Ulang Tahun Pasar Modal ke-38, Ini Pesan dari Ketua OJK
Jakarta - Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Hadad, memberikan beberapa pesan untuk pasar modal Indonesia yang pada hari ini berulang tahun ke-38. Menurut Muliaman, masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi oleh pasar modal Indonesia. Sebab, dibanding negara-negara tetangga saja pasar modal Indonesia masih tertinggal.

"Sudah 38 tahun, tapi kita masih harus bekerja keras karena kita juga belajar dari pasar modal di negara-negara tetangga, rasanya masih banyak yang perlu kita kerjakan," kata Muliaman usai Family Gathering Pasar Modal Indonesia di Kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (9/8/2015).

Menurutnya, hal paling utama yang perlu dibenahi ialah pendalaman industri pasar modal agar lebih banyak lagi perusahaan dan investor yang bertransaksi di bursa.

"Yang paling pokok ialah bagaimana memperdalam industri pasar modal kita, dalam artian bagaimana kita bisa menambah jumlah investor, menambah jumlah perusahaan yang IPO," ujarnya.

Kemudian, perlu juga dibangun berbagai infrastruktur pendukung supaya pasar modal Indonesia bisa lebih efisien.

"Dan yang terakhir, bagaimana kita bisa mensosialisasikan pasar modal kepada seluruh masyarakat, baik pada investor maupun calon investor," ucap Muliaman.

Pihaknya mengaku sudah memiliki peta jalan untuk membangun pasar modal Indonesia sehingga dapat menjadi lebih baik lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua ini tentu memerlukan upaya yang tidak kecil, karena itu berbagai macam program perlu dilaksanakan. Kita sudah punya roadmap bagaimana mengembangkan ini mulai dari sisi suplainya maupun demand-nya," dia mengungkapkan.

Inovasi-inovasi untuk memperkuat pasar modal, kata Muliaman, sangat mendesak untuk dilakukan. Pasalnya, saat ini Indonesia membutuhkan banyak dana untuk membiayai proyek-proyek jangka panjang, tak semuanya dapat dibantu oleh perbankan. Karena itu, perlu penghimpunan dana yang lebih masif melalui pasar modal.

"Ketergantungan pada pembiayaan bank mungkin terbatas, apalagi untuk proyek jangka panjang. Karena itu alternatifnya adalah mengembangkan pasar modal, untuk jangka panjang bisa kita mobilisasi baik dari sumber domestik maupun asing," tutupnya.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads