"Minat investor atas obligasi Telkom bertenor panjang ini cukup tinggi, tercermin dari kelebihan permintaan untuk seluruh tenor yang diterbitkan," kata Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Darmansyah Hadad di Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD Jakarta Selatan, Senin (10/8/2015).
Muliaman menyampaikan hal tersebut di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang hadir di BEI untuk merayakan ulang tahun pasar modal ke-38.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat utang yang diterbitkan perusahaan pelat merah ini diterbitkan secara berkelanjutan dalam tiga seri, yaitu tenor 7 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dan 30 tahun.
Bunga yang ditawarkan pun berbeda, yaitu 8,91-10,16% untuk 7 tahun, 8,96-10,31% untuk 10 tahun, 9,21-11,01% untuk 15 tahun, dan 9,55-11,55 untuk 30 tahun.
Dana hasil aksi korporasi ini sebanyak 87% akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Sementara 13% sisanya untuk merger dan akuisisi.
Telkom menunjuk Bahana Securities sebagai lead underwriter. Penjamin emisi lainnya adalah Danareksa Sekuritas, dan Trimegah Securities.
(ang/dnl)











































