Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 13.545 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 13.530 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 8,897 poin (0,19%) ke level 4.761,406. Ada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di pembukaan bursa pagi tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG jatuh 47,115 poin (0,99%) ke level 4.723,188 Aksi jual investor asing menjegal pergerakan IHSG.
Saham-saham unggulan kembali jadi sasaran aksi jual. Tak satu pun indeks sektoral yang bisa bertahan di zona hijau.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (10/8/2015, IHSG terpangkas 21,354 poin (0,45%) ke level 4.748,949. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 3,547 poin (0,44%) ke level 807,909.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 114,373 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 147.856 kali dengan volume 4,234 miliar lembar saham senilai Rp 3,41 triliun. Sebanyak 76 saham naik, 194 turun, dan 87 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia berakhir mix cenderung menguat sore ini, dengan pasar saham China melonjak tinggi. Bursa saham Singapura masih libur menyambut hari raya 50 tahun kemerdekaan.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 84,13 poin (0,41%) ke level 20.808,69.
- Indeks Hang Seng turun 31,35 poin (0,13%) ke level 24.521,12.
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 184,21 poin (4,92%) ke level 3.928,42.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mandom (TCID) turun Rp 1.000 ke Rp 18.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 525 ke Rp 9.775, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 400 ke Rp 6.400, dan Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 375 ke Rp 8.325.
(ang/dnl)











































