Hari ini dolar kembali perkasa dan menekan rupiah. Dolar sudah bergerak di Rp 13.575 pada sore ini. Bank Indonesia (BI) mengatakan, kondisi ini dampak kebijakan bank sentral China yang sengaja melemahkan nilai tukar yuan.
"China melakukan depresiasi dengan melebarkan currency band. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong daya saing ekspor mereka, karena mata uang Jepang, Korea, dan Eropa sudah terdepresiasi cukup besar. Seperti diketahui, Jepang dan Korea merupakan saingan dagang dari China," kata Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara di Balikpapan, Selasa (11/8/2015).
Keputusan bank sentral China ini membawa pengaruh kepada seluruh mata uang di regional Asia, termasuk rupiah. Namun, ujar Mirza, pengaruh terhadap rupiah tidak sebesar yang terjadi pada dolar Singapura, won Korea Selatan, dolar Taiwan, dan bath Thailand.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, BI akan selalu berada di pasar menjaga pergerakan atau volatilitas nilai tukar rupiah, sehingga bisa tetap terjaga.
(dnl/ang)











































