Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus merosot hingga ke level Rp 13.600. Pelemahan rupiah ini dinilai dampak dari pemerintah China melemahkan mata uangnya.
Terkait itu, Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah merapatkan barisan.
Dari pantauan detikFinance, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mendatangi kantor Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Mirza datang sekitar pukul 19.15 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mirza menyebutkan, kondisi rupiah saat ini tak terlepas dari pengaruh sentimen global. Langkah pemerintah China untuk melemahkan mata uang yuan berdampak pada perekonomian negara-negara emerging market termasuk Indonesia.
"China melakukan depresiasi 1,9 persen, seluruh currency di dunia melemah terhadap dolar AS," kata dia.
Tampak hadir Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Solikin M Juhro, Pelaksana Tugas Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Suahasil Nazara, dan Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro BKF Kemenkeu Luky Alfirman.
(drk/rrd)











































