Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Hal yang sama juga terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Koreksi dua instrumen di sektor keuangan itu terjadi menjelang perombakan (reshuffle) kabinet, yang kabarnya akan diumumkan siang ini.
Berdasarkan data perdagangan Reuters, Rabu (12/8/2015), dolar AS menjelang siang ini berada di kisaran Rp 13.789 sebelumnya mencapai titik tertinggi di Rp 13.795 atau nyaris Rp 13.800.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koreksi yang terjadi di kedua instrumen itu akibat bank sentral China, yaitu People's Bank of China (POBC) yang dengan sengaja melemahkan mata uang yuan terhadap dolar AS kemarin.
China ingin menaikkan daya saing ekspornya yang diprediksi turun dengan melemahnya yuan. Alhasil yuan turun hingga ke titik terendah dalam 3 tahun terakhir.
Dalam satu hari yuan mengalami koreksi harian terparahnya dalam dua puluh tahun terakhir.
Sementara ada kabar yang santer dibicarakan sejak pagi tadi. Siang nanti, Presiden Jokowi dan Wapres JK akan mengumumkan reshuffle kabinet. Ada sejumlah menteri yang kabarnya akan diganti.
Siapa saja nama menteri yang akan diganti memang masih tanda tanya. Kabarnya ada Menko yang akan diganti. Pergantian ini terkait dengan kondisi politik dan ekonomi yang semakin menantang ke depannya. (ang/dnl)











































