Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan khusus dalam kondisi seperti sekarang ini. Salah satunya adalah mengizinkan perusahaan terbuka (emiten) membeli kembali (buyback) sahamnya tanpa harus meminta persetujuan pemegang saham.
"Ada aturan-aturan untuk memberikan kesempatan buyback. Itu kan sudah ada. Malah kita buka kemungkinan opsi-opsi seperti yang kita lakukan dulu, misalnya buyback tanpa harus RUPS (rapar umum pemegang saham) terlebih dahulu," kata Ketua OJK Muliaman D Hadad di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dianggap situasinya kritis. Kita merasa sekarang normal-normal dulu saja. Belum melihat kritis," katanya.
Seperti diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak pembukaan perdagangan pagi tadi langsung melemah ke zona merah.
Hingga siang hari ini seperti dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terjun 146,724 poin (3,17%) ke level 4.475,867.
Koreksi IHSG ini lebih tajam dari sebelum reshuffle kabinet. Kini posisi terendah IHSG ada di level 4.472,598.
Sementara rupiah siang hari ini malah makin lemah. Dolar Amerika Serikat (AS) menanjak hingga Rp 13.833, bandingkan dengan posisi kemarin di Rp 13.610.
(ang/ang)











































