"Secara rata-rata, kebutuhannya US$ 70 juta," kata VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/8/2015).
Saat ini Pertamina memang masih mengimpor sejumlah produk minyak dan turunannya, termasuk BBM dan elpiji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kami ada fasilitas itu batasnya sampai US$ 2,5 miliar. Kan dari 3 bank Mandiri, BNI, dan BRI. Jadi 3 bank itu sehari kan kebutuhannya US$ 70 juta. Jadi masih dalam platform itu. Kita sudah mendapatkan hampir 3 bulan," papar Wianda.
Ini akan sangat membantu Pertamina terhindar dari kerugian kurs yang berfluktuasi. Fasilitas ini akan dimanfaatkan sebaik mungkin dalam jangka waktu yang cukup panjang.
"Karena Pertamina kan agen pemerintah untuk mengimpor produk minyak mentah dan produk lainnya. Jadi selama kami masih impor BBM tadi. Kita masih butuh fasilitas seperti itu," ujarnya.
(mkl/dnl)











































