Tiap Hari Pertamina Butuh US$ 70 Juta Untuk Impor

Tiap Hari Pertamina Butuh US$ 70 Juta Untuk Impor

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2015 18:18 WIB
Tiap Hari Pertamina Butuh US$ 70 Juta Untuk Impor
Jakarta - PT Pertamina (Persero) membutuhkan dolar Amerika Serikat (AS) yang cukup besar setiap harinya untuk mengimpor. Jumlah rata-ratanya sekitar US$ 70 juta/hari yang harus disiapkan.

"Secara rata-rata, kebutuhannya US$ 70 juta," kata VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/8/2015).

Saat ini Pertamina memang masih mengimpor sejumlah produk minyak dan turunannya, termasuk BBM dan elpiji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tingginya operasional dengan valuta asing (valas) tersebut untungnya dapat diantisipasi dengan fasilitas lindung nilai atau hedging untuk utang-utangnya dan kebutuhan dolarnya. Ini melibatkan tiga bank BUMN, yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).

"Jadi kami ada fasilitas itu batasnya sampai US$ 2,5 miliar. Kan dari 3 bank Mandiri, BNI, dan BRI. Jadi 3 bank itu sehari kan kebutuhannya US$ 70 juta. Jadi masih dalam platform itu. Kita sudah mendapatkan hampir 3 bulan," papar Wianda.

Ini akan sangat membantu Pertamina terhindar dari kerugian kurs yang berfluktuasi. Fasilitas ini akan dimanfaatkan sebaik mungkin dalam jangka waktu yang cukup panjang.

"Karena Pertamina kan agen pemerintah untuk mengimpor produk minyak mentah dan produk lainnya. Jadi selama kami masih impor BBM tadi. Kita masih butuh fasilitas seperti itu," ujarnya.

(mkl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads