Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memperbolehkan para emiten di pasar modal melakukan pembelian kembali (buyback) saham tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Namun, hal tersebut baru bisa berlaku apabila kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot hingga 15% dalam 3 hari berturut-turut. Kemarin, IHSG turun lebih dari 3% mencapai level sekitar 4.400 tapi hari ini sudah menguat lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita mau buyback itu kan butuh uang, kalau kondisinya lagi nggak bagus kayak sekarang, uangnya dari mana?" Ucap Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di Gedung BUMN, Jakarta, Kamis (13/8/2015).
Menurut dia, pengambilan kebijakan tersebut perlu dilakukan secara matang. Sebab, kondisi perusahaan terbuka atau emiten di Indonesia tengah dalam masa sulit.
"Saham kan yang punya orang kaya, Mandiri saham publiknya 40%, dari 40% asingnya 60%, itu pertimbangannya mesti matang, karena kondisi perusahaan Indonesia yang terbuka kan lagi nggak bagus juga, semua perusahaan lagi down," jelas dia.
Budi menambahkan, ide buyback saham tersebut memang bagus, tapi harus dilakukan dengan hati-hati.
"Mesti dihitung, idenya baik cuma hitung-hitungannya harus hati-hati," tandasnya.
(drk/ang)










































