Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 13.785 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.740 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 3,261 poin (0,07%) ke level 4.587,511 mengikuti penguatan bursa-bursa di Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG turun 14,295 poin (0,31%) ke level 4.569,955 setelah muncul aksi ambil untung (profit taking). Investor asing kembali melepas saham yang kemarin sudah naik.
Indeks cuma bisa naik sampai ke 4.594,568 sebelum akhirnya jatuh. Saham-saham unggulan kena aksi ambil untung.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (13/8/2015), IHSG naik tipis 1,141 poin (0,02%) ke level 4.585,391. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,335 poin (0,17%) ke level 776,457.
Transaksi investor asing hingga sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 420,812 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 176,565 kali dengan volume 5,196 miliar lembar saham senilai Rp 3,752 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 138 turun, dan 84 saham stagnan.
Bursa-bursa regional rata-rata masih bisa menguat hingga siang hari ini, hanya bursa saham Jepang dan Indonesia yang melemah. Sentimen pelemahan yuan masih beredar di pasar keuangan.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 76,10 poin (0,37%) ke level 20.519,45.
- Indeks Hang Seng turun 27,77 poin (0,12%) ke level 23.991,03.
- Indeks Komposit Shanghai naik 10,78 poin (0,27%) ke level 3.965,33.
- Indeks Straits Times bertambah 21,88 poin (0,71%) ke level 3.113,66.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 525 ke Rp 19.125, Bank Mega (MEGA) turun Rp 300 ke Rp 2.700, Unilever (UNVR) turun Rp 300 ke Rp 36.800, dan Medco (MEDC) turun Rp 250 ke Rp 2.200.
(ang/dnl)











































