Follow detikFinance
Selasa, 18 Agu 2015 08:48 WIB

Mengintip Pabrik Penjahit Zara dan Uniqlo di Sukoharjo

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Foto: Dewi/detikFinance Foto: Dewi/detikFinance
Sukoharjo -

Tak banyak yang tahu jika pakaian bermerek seperti Uniqlo dan Zara dijahit di dalam negeri. Adalah PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), perusahaan terbuka asal Sukoharjo, Jawa Tengah, yang kini makin tersohor berkat keterampilannya menjahit baju-baju bermerek internasional.

Selain Uniqlo dan Zara, perusahaan yang dikenal dengan nama Sritex ini merupakan jawara pembuat baju-baju militer.

Pasarnya pun tak tanggung-tanggung hingga menembus Asia, Amerika Serikat (AS), Eropa, hingga Timur Tengah (Timteng).

Bagaimana proses pembuatan baju-baju buatan Sritex ini? Yuk, kita intip langsung ke pabriknya.

Pabrik Sritex ini berlokasi di Jl KH. Samanhudi No. 88, Jetis, Sukoharjo, Jawa Tengah. Pabrik ini berdiri kokoh di atas lahan seluas sekitar 50.000 hektar. Total karyawan Sritex mencapai 40.000 orang. Jika dihitung secara grup, karyawan Sritex berjumlah 60.000 orang.

Di lokasi pemintalan, Ishadiansyah, salah satu karyawan Sritex mengungkapkan, untuk bisa menghasilkan kain yang berkualitas dibutuhkan proses yang tidak sebentar.

Pertama, kata dia, dari bahan baku dijadikan silver atau kapas lonjoran, setelah itu masuk ke proses pemintalan, setelah jadi benang digulung di mesin winding dan menjadi benang kemudian dikemas alias di-packing.

"Setelah itu masuk ke proses weaving (pertenunan), nanti dijadikan kain terus habis ini ke finishing, diberi corak atau warna habis itu ke garmen, dijahit sesuai model atau pesanan. Ini prosesnya pakai rayon, cotton, polyster," jelas Ishadiansyah kepada detikFinance, saat ditemui di lokasi, Senin (17/8/2015).

Untuk mengerjakan semuanya, para karyawan Sritex ini harus bekerja 6 hari dalam seminggu.

"Libur seminggu sehari, kerja dari jam 6 pagi ke jam 2 siang. Shift kedua jam 2 siang ke jam 10 malam. Shift ketiga jam 10 malam ke 6 pagi," katanya.

Saat ini, kapasitas produksi Sritex mencapai 566.000 bales. Untuk bisa terus mengembangkan produksinya, kini Sritex tengah merampungkan pabrik baru, lokasinya masih di wilayah yang sama. Investasinya mencapai sekitar US$ 104 juta.

Dengan berdirinya pabrik baru ini, diharapkan kapasitas produksi bisa menambah 80 juta yard per bulan.

Sementara pabrik pertenunan yang akan dibangun akan memberi tambahan kapasitas 60 juta meter per tahun sehingga total kapasitas produksi penjahit merek Zara dan Uniqlo mencapai 180 juta meter per tahun.

"Rencana pembangunan pabrik sudah 60% untuk finishing. Ada beberapa brand yang kita garap, dari AS, Asia juga ada, Eropa ada," jelas Direktur Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto.

Dia menjelaskan, saat ini produk-produknya lebih banyak dikirim ke pasar ekspor sekitar 60%. Mulai dari Asia hingga Timteng.

"Ekspor ke AS, Eropa, Asia, Timteng, Amerika Selatan, Afrika," katanya.

Iwan menyebutkan, sepanjang tahun ini perseroan memproyeksikan kenaikan pendapatan hingga 10%.

"Proyeksi top line 7-10% tahun ini," sebut dia.

(drk/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed