IHSG Diperkirakan Bisa Menguat Terbatas

Rekomendasi Saham

IHSG Diperkirakan Bisa Menguat Terbatas

Angga Aliya - detikFinance
Selasa, 18 Agu 2015 08:46 WIB
IHSG Diperkirakan Bisa Menguat Terbatas
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu menutup perdagangan dengan stagnan setelah bergerak fluktuatif. Investor asing menjual bersih hingga sekitar Rp 400 miliar.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (13/8/2015), IHSG naik tipis 1,141 poin (0,02%) ke level 4.585,391. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,335 poin (0,17%) ke level 776,457.

Wall Street menguat di awal pekan berkat data ekonomi yang solid, salah satunya adalah sektor perusahaan. Investor memborong saham bioteknologi dan media.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 67,78 poin (0,39%) ke level 17.545,18, Indeks S&P 500 bertambah 10,9 poin (0,52%) ke level 2.102,44 dan Indeks Komposit Nasdaq menguat 43,46 poin (0,86%) ke level 5.091,70.

Hari ini IHSG diperkirakan masih bisa menguat terbatas dibantu positifnya bursa-bursa Asia. Waspadai aksi jual dari investor asing.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 28,47 poin (0,14%) ke level 20.648,73.
  • Indeks Straits Times menguat 13,93 poin (0,45%) ke level 3.081,28.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tipis 1,14 poin (0,02%) di 4.585,39. Pergerakan IHSG makin dalam tekanan jual yang cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan dengan potensi technical rebound (pull back) di beberapa titik resistance: pertama 4.613, kedua 4.661, dan maksimal ketiga di 4.711.

Jika dilihat dari grafik mingguan, IHSG untuk saat ini berada dikisaran garis Moving Average 200 minggu (SMA 200 weeks). Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.455 – 4.666

Indeks bursa saham AS dibuka turun tajam seiiring dengan penurunan Indeks bursa global lainnya, Eropa dan ASIA. Namun pada pertengahan sesi perdagangan menguat dan akhirnya ditutup tipis.

OSO Securities
Akhir pekan kemarin IHSG berhasil menguat tipis ke level 4.585,39 atau naik 0.02%. Pergerakan saham di akhir pekan masih di dominasi oleh aksi beli investor domestik sebesar Rp 2 T, sementara pelaku pasar asing masih terus melakukan aksi jual seiring dengan masih terkena sentimen devaluasi yuan, dengan mencatatkan net sell sebesar Rp 420,82 miliar.

Sementara itu dari bursa Asia kemarin ditutup mixed dengan kecenderungan melemah. Rilisnya data GDP growth Jepang yang turun menjadi -0.4% dari sebelumnya 1.1% menjadi katalis negatif yang mampu membawa bursa Jepang bergerak negatif ke level 20,519.45 dengan turun 0.37%.

Bursa Wall Street kembali ditutup menguat. Seiring dengan rilisnya data NAHB Housing Market AS bulan Agustus yang naik sebesar 61 dari sebelumnya 60 menjadi katalis positif pada pergerakan bursa AS semalam. Indeks Dow Jones menguat 0.39% ke level 17,545.18, indeks S&P 500 naik 0.52% ke level 2,102.44 dan indeks Nasqaq naik 0.86% ke level 5,091.70.

Sementara itu bursa Eropa ditutup mixed dengan kecenderungan melemah di tengah naiknya data neraca perdagangan kawasan Eropa, dari sebelumnya €19.02B menjadi €26.4B. indeks FTSE 100 melemah tipis menjadi 0.01% ke level 6,550.30 indeks DAX melemah 0.41% ke level 10,940.33 dan indeks CAC 40 berhasil menguat 0.57% ke level 4,984.83.

Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak menguat terbatas. Saat ini pelaku pasar tengah menantikan rilisnya data BI Rate. Selain itu, data perumahan AS dan China yang akan dirilis pada hari ini juga akan menjadi pertimbangan para investor untuk melakukan transaksi saham.

Secara teknikal IHSG berada di bawah area lower Bollinger band. Indikator Stochastic bergerak menguat didukung oleh penguatan yang terjadi pada volume MACD histogram. Kami perkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 4540 – 4630.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads