"Rupiah masih terdepresiasi oleh dolar AS sebesar 1,25%," ungkap Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, Adi Lumaksono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (18/8/2015)
Depresiasi rupiah juga terjadi terhadap yen Jepang sebesar 1,52%. Level terendahnya di tingkat eceran terjadi pada minggu kedua Juli 2015 dengan Rp 108,63 per yen Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena depresiasi China, itu mempengaruhi mata uang Australia dibandingkan mata uang lain. Makanya rupiah bisa menguat," ujarnya.
Sedangkan, dibandingkan dengan Euro apresiasinya mencapai 0,10%. Dengan level tertingginya ada di minggu keempat Juli 2015 menjadi Rp 14.589 per euro.
"Kalau pelemahan Euro ini masih disebabkan oleh dampak dari Yunani. Penyelesaiannya kan baru pada waktu tersebut," tegas Adi.
(mkl/ang)











































