Seperti dikutip dari CNN, Selasa (18/8/2015), Indeks Komposit Shanghai jatuh 6,2% menutup perdagangan Selasa waktu setempat, hingga ke bawah level 3.800. Aksi jual yang marak ini terjadi setelah pada beberapa perdagangan sebelumnya bergerak fluktuatif.
Pada awal Juni dan Juli, pemerintah China sempat mengeluarkan kebijakan yang menahan volatilitas pasar saham, salah satunya dengan meminta BUMN asuransi untuk memborong saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham perusahaan raksasa di China, termasuk perusahaan milik negara, mengalami koreksi 10% dan masuk auto reject alias dihentikan secara otomatis.
Penjualan saham secara masif oleh investor ini diprediksi dilakukan pelaku pasar gara-gara ekonomi China yang melambat di kuartal lalu dan akan berlanjut di kuartal selanjutnya.
(ang/hen)











































