Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 13.840 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 13.777 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 8,283 poin (0,18%) ke level 4.502,195 terkena tekanan jual. Indeks nyaris turun lagi dari level 4.500 gara-gara aksi jual investor asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi, IHSG melemah 29,667 poin (0,66%) ke level 4.480,811 akibat tekanan jual investor asing. Koreksi tajam di pasar saham China memberi sentimen negatif.
Tak ada lagi investor yang berani berburu saham. Banyak yang akhirnya melepas saham demi mengamankan portofolionya.
Menutup perdagangan, Rabu (19/8/2015), IHSG terkoreksi 28,864 poin (0,64%) ke level 4.481,614. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 6,035 poin (0,79%) ke level 755,550.
Seluruh indeks sektoral berakhir negatif sore ini. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 102.267 kali dengan volume 2,261 miliar lembar saham senilai Rp 1,863 triliun. Sebanyak 85 saham naik, 146 turun, dan 82 saham stagnan.
Bursa saham China menjadi satu-satunya yang bisa menguat. Sementara pasar saham regional lainnya jatuh ke zona merah.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 331,84 poin (1,61%) ke level 20.222,63.
- Indeks Hang Seng jatuh 307,12 poin (1,31%) ke level 23.167,85.
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 45,95 poin (1,23%) ke level 3.794,11.
- Indeks Straits Times berkurang 6,23 poin (0,20%) ke level 3.043,42.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 200 ke Rp 26.700, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 175 ke Rp 12.675, Pembangunan Jaya (PJAA) naik Rp 115 ke Rp 2.290, dan Metropolitan Kentjana (MKPI) naik Rp 100 ke Rp 16.900.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.000 ke Rp 79.000, Unilever (UNVR) turun Rp 700 ke Rp 35.925, Matahari (LPPF) turun Rp 525 ke Rp 16.775, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 500 ke Rp 18.600.
(ang/hen)











































