Salah satunya adalah Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Budi Gunadi Sadikin. Budi menilai, kondisi perlambatan ekonomi Indonesia dan nilai tukar rupiah yang melemah kali ini jauh berbeda dengan apa yang terjadi saat krisis 2008.
"Dengan segala hormat, di tahun 2008 itu jauh lebih buruk dibanding sekarang," tutur Budi di acara diskusi bertajuk Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia Sekarang dan 2016, di kantor Taruna Merah Putih, Menteng, Jakarta, Rabu (19/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasar saham turun 60%. Sekarang nggak sampai, kurs sama jeleknya. Tapi obligasi yang menunjukkan rate jangka panjang naiknya 21%. Inflasi dulu double digit, sekarang masih signle digit. Asuransi untuk kredit macet itu dulu ribuan persen, sekarang seratusan persen," tambah.
Yang paling membedakan, lanjut Budi adalah kondisi perbankan saat ini dengan krisis 2008. Perbankan Indonesia saat ini masih dinilai sehat.
"Dulu bank yang tutup ada dua, salah satunya Century. Kondisi sekarang insya Allah nggak ada yang tutup," pungkasnya.
(zul/ang)











































