Posisi terendah dolar AS saat ini mencapai Rp 13.803 yang terjadi pada pagi tadi. Dari data Reuters, Kamis (20/8/2015), setelah menyentuh titik tertinggi, dolar AS tiba-tiba ditutup turun di tingkat Rp 13.870.
Direktur Kantor Gubernur Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah mengatakan, dolar AS yang bisa ditekan hingga di kisaran Rp 13.803 itu karena selalu hadir di pasar menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nanang menyebutkan, secara kumulatif, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih melemah. Sejak awal tahun ini dolar AS sudah melemah sekitar 11% terhadap dolar AS.
Menurut Nanang, pelemahan yang terjadi karena faktor eksternal. Untuk hari ini saja, rupiah hanya melemah -0,22%, dibandingkan dengan Ringgit MYR -0,78%, Peso PHP -0,50%, Rusia Rubbel -2,53%, Turkey Lira -2,17%.
"Malaysia saat ini lebih mengalami tekanan dibanding Indonesia. Ringgit secara year to date telah melemah -15,3%, dibandingkan Rupiah sebesar -10,7%," sebut dia.
Nanang menambahkan, Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara Emerging Market lainya. Brazil saat ini tengah mengalami kontraksi pertumbuhan ekonominya dan mata uangnya terdepresiasi secara year to date 24%.
"Demikian pula dengan Brazil dan Turki," pungkasnya.
(drk/ang)











































