Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 14.006 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 13.940 per dolar AS.
Pada perdagangan preopening, IHSG ambruk 94,646 poin (2,18%) ke level 4.241,307. Sedangkan Indeks LQ45 jatuh 24,235 poin (3,33%) ke level 702,990.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual. Tak satu pun indeks sektoral yang bisa menguat pagi hari ini.
Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG menukik 128,160 poin (2,96%) ke level 4.207,793. Sementara Indeks LQ45 tersungkur 28,122 poin (3,87%) ke level 699,103.
Akhir pekan lalu IHSG menukik tajam 105 poin akibat ramainya aksi jual, terutama investor asing. Indeks pun kembali ke level 4.300-an.
Wall Street turun tajam pada perdagangan Jumat. Ini didorong oleh kekhawatiran melambatnya perekonomian China, yang bakal membawa ekonomi dunia menjadi lesu.
Bursa-bursa regional mengalami hal yang sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu panic selling alias aksi jual panik. Akibatnya, koreksi yang diderita cukup dalam.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 jatuh 400,22 poin (2,06%) ke level 19.035,61.
- Indeks Hang Seng menukik 877,01 poin (3,91%) ke level 21.532,61.
- Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 199,64 poin (5,69%) ke level 3.308,10.
- Indeks Straits Times anjlok 58,93 poin (1,98%) ke level 2.912,08.











































