Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG ambruk 94,646 poin (2,18%) ke level 4.241,307 akibat aksi jual masif. Kekhawatiran melambatnya ekonomi global membuat investor memilih jual saham.
Posisi terendah yang sempat disinggahi IHSG ada di level 4.111,112. Tekanan jual marak dilakukan investor asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual. Tak satu pun indeks sektoral yang bisa menguat pagi hari ini.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 180.785 kali dengan volume 3,045 miliar lembar saham senilai Rp 2,793 triliun. Sebanyak 15 saham naik, 285 turun, dan 39 saham stagnan.
Koreksi tajam juga terjadi di bursa-bursa saham regional. Pelaku pasar mulai melepas saham untuk menggeser portofolio ke instrumen investasi yang lebih aman.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 jatuh 742,67 poin (3,82%) ke level 18.693,16.
- Indeks Hang Seng anjlok 1.039,92 poin (4,64%) ke level 21.369,70.
- Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 296,55 poin (8,45%) ke level 3.211,20.
- Indeks Straits Times ambruk 101,60 poin (3,42%) ke level 2.869,41.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 5.000 ke Rp 73.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 3.625 ke Rp 41.375, Unilever (UNVR) turun Rp 1.950 ke Rp 33.650, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 1.725 ke Rp 14.825.
(ang/dnl)











































