Mereka mengaku kaget dan merasa sedikit 'rugi' karena menukarkan rupiah saat dolar AS menguat tinggi.
Salah satunya adalah Bambang, yang hendak melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri, yang mengharuskan dirinya menukarkan uang rupiahnya ke dolar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mau ke India, rupee tidak ada, jadi saya nukar ke dolar AS dulu," imbuhnya.
Mau tidak mau karena harus melakukan perjalanan bisnis, Bambang menukarkan rupiahnya ke dolar AS. Meski dia merasa sedikit 'salah momen'.
"Pada akhirnya kita nggak punya spare (cadangan) lagi. Cukup buat hotel saja jadinya. Waktu dulu pas Rp 9.000-an, kita bisa dapat 1.000-an (dolar AS) lebih. Sekarang nggak bisa. Spare-nya sedikit sekali. Mudah-mudahan ini cepat diatasi," tuturnya.
Sama halnya dengan Anti, yang hendak menukarkan uang rupiahnya ke dalam bentuk dolar AS. Dia dan rekannya yang mau pergi umroh tak mengira dolar AS akan naik setinggi sekarang ini.
"Ya mau bagaimana lagi. Kita butuhnya memang sekarang," katanya.
(zul/ang)











































