Jokowi Kumpulkan Pengusaha Saat IHSG dan Rupiah Anjlok, Ini yang Dibahas

Jokowi Kumpulkan Pengusaha Saat IHSG dan Rupiah Anjlok, Ini yang Dibahas

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 24 Agu 2015 19:06 WIB
Jokowi Kumpulkan Pengusaha Saat IHSG dan Rupiah Anjlok, Ini yang Dibahas
Bogor - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) mengundang perusahaan-perusahaan terbesar dalam negeri untuk ikut dalam rapat pembahasan masalah ekonomi terkini di Istana Bogor, Jawa Barat. Ada setidaknya sekitar 20 bos emiten-emiten yang hadir.

Turut hadir juga Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dan β€ŽKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Haddad. Pertemuan berlangsung tertutup, selama dua jam dimulai dari pukul 15.00 WIB.

Direktur PT Indofood Tbk Franciscus Welirang menuturkan pertemuan tersebut diawali dengan paparan dari Presiden Jokowi. Jokowi menjelaskan kondisi perekonomian yang dihadapi Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang penjelasan yang disampaikan Jokowi tidak terlalu panjang. Karena para undangan yang hadir sudah sangat memahami apa yang terjadi. Menurut Franky justru solusi yang ditawarkan pemerintah justru paling sangat ditunggu.

Salah satunya adalah terkait dengan deregulasi dari beberapa peraturan yang menghambat selama ini. Khususnya dari untuk yang berhubungan langsung dengan perekonomian dan dunia usaha.

"Pak Jokowi akan melakukan deregulasi, emang kondisinya baik. Ya semacam peraturan-peraturan yang menghambat. Saya kira banyak kan, itu menjadi perhatian," ujarnya saat meninggalkan Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (24/8/2015)

Kemudian ada beberapa langkah yang disampaikan oleh pemerintah. Franky masih enggan untuk mengungkapkannya, namun artinya pernyataan pemerintah sangat membantu meyakinkannya.

"Dalam arti kata semua coba menyelesaikannya," tegasnya.

Hal yang senada diungkapkan oleh Direktur Utama PT Bank BCA Tbk Jahja Setiaadmadja. Ada beberapa masukan yang disampaikan pengusaha dalam pertemuan tadi. Pemerintah pun menjanjikan untuk merespons dengan cepat nantinya.

Sekarang paling penting adalah mendorong pertumbuhan ekonomi. Modal yang paling kuat adalah dari sisi investasi. Khususnya investasi pemeritah melalui APBN, APBD dan BUMN

"Kita yakin sekali dana BUMN pemerintahan dan daerah banyak, jadi bisa digunakan untuk investasi," kata Jahja

Persoalan yang terjadi hari ini, tidak hanya dialami oleh Indonesia. Jahja menyebutkan banyak negara, khususnya di kawasan regional Asia yang juga mengalami persoalan yang sama. Bahan lebih berat.

"Kita situasi aman lah, likuiditas cukup, uang banyak, jadi nggak perlu dikhawatirkan," terangnya.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menambahkan pertemuan tadi memang bertujuan untuk menjaga keyakinan dunia usaha. Terutama emiten dengan dana yang besar di dalam negeri.

"Makanya kita ketemu untuk menjaga confident. Intinya mendorong swasta BUMN dan Pemerintah sama sama gerak. Bagus mereka juga semangat. Ada masalah di kondisi saat ini tapi semangat. Kita bisa jelaskan dan mereka paham," pungkas Bambang.

(mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads