Turut hadir juga Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dan βKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Haddad. Pertemuan berlangsung tertutup, selama dua jam dimulai dari pukul 15.00 WIB.
Direktur PT Indofood Tbk Franciscus Welirang menuturkan pertemuan tersebut diawali dengan paparan dari Presiden Jokowi. Jokowi menjelaskan kondisi perekonomian yang dihadapi Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satunya adalah terkait dengan deregulasi dari beberapa peraturan yang menghambat selama ini. Khususnya dari untuk yang berhubungan langsung dengan perekonomian dan dunia usaha.
"Pak Jokowi akan melakukan deregulasi, emang kondisinya baik. Ya semacam peraturan-peraturan yang menghambat. Saya kira banyak kan, itu menjadi perhatian," ujarnya saat meninggalkan Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (24/8/2015)
Kemudian ada beberapa langkah yang disampaikan oleh pemerintah. Franky masih enggan untuk mengungkapkannya, namun artinya pernyataan pemerintah sangat membantu meyakinkannya.
"Dalam arti kata semua coba menyelesaikannya," tegasnya.
Hal yang senada diungkapkan oleh Direktur Utama PT Bank BCA Tbk Jahja Setiaadmadja. Ada beberapa masukan yang disampaikan pengusaha dalam pertemuan tadi. Pemerintah pun menjanjikan untuk merespons dengan cepat nantinya.
Sekarang paling penting adalah mendorong pertumbuhan ekonomi. Modal yang paling kuat adalah dari sisi investasi. Khususnya investasi pemeritah melalui APBN, APBD dan BUMN
"Kita yakin sekali dana BUMN pemerintahan dan daerah banyak, jadi bisa digunakan untuk investasi," kata Jahja
Persoalan yang terjadi hari ini, tidak hanya dialami oleh Indonesia. Jahja menyebutkan banyak negara, khususnya di kawasan regional Asia yang juga mengalami persoalan yang sama. Bahan lebih berat.
"Kita situasi aman lah, likuiditas cukup, uang banyak, jadi nggak perlu dikhawatirkan," terangnya.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menambahkan pertemuan tadi memang bertujuan untuk menjaga keyakinan dunia usaha. Terutama emiten dengan dana yang besar di dalam negeri.
"Makanya kita ketemu untuk menjaga confident. Intinya mendorong swasta BUMN dan Pemerintah sama sama gerak. Bagus mereka juga semangat. Ada masalah di kondisi saat ini tapi semangat. Kita bisa jelaskan dan mereka paham," pungkas Bambang.
(mkl/ang)











































