Investor disebut-sebut masih mengkhawatirkan kondisi yang terjadi pada ekonomi China. Pasar saham berbalik ke zona negatif, setelah sempat naik hampir 3%.
Perlambatan ekonomi China dikhawatirkan bisa menahan laju pertumbuhan ekonomi dunia. Aksi pemangkasan bunga acuan oleh bank sentral China dinilai belum cukup mendorong perekonomian di negara tirai bambu tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang-orang masih gugup dengan apa yang terjadi di luar negeri, itu terlihat dari pergerakan pasar saham hari ini," kata Analis, Paul Nolte, dilansir dari Reuters, Rabu (26/8/2015).
Indeks saham Dow Jones turun 204,91 poin (1,29%) ke 15.666,44. Indeks S&P 500 turun 25,59 poin (1,35%) ke 1.867,62. Sementara indeks Nasdaq turun 19,76 poin (0,44%) ke 4.506,49.
Volume transaksi saham cukup tinggi, mencapai 10,4 miliar lembar. Ini di atas rata-rata harian, yaitu 7,5 miliar lembar saham pada bulan ini.
(dnl/dnl)











































