IHSG Masih Dalam Tekanan Pasar Global

Rekomendasi Saham

IHSG Masih Dalam Tekanan Pasar Global

Angga Aliya - detikFinance
Rabu, 26 Agu 2015 08:59 WIB
IHSG Masih Dalam Tekanan Pasar Global
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya rebound setelah awal pekan jatuh cukup dalam. Aksi beli investor domestik membawa IHSG balik ke level 4.200-an.

Menutup perdagangan, Selasa (25/8/2015), IHSG melonjak 64,772 poin (1,56%) ke level 4.228,501. Sementara Indeks LQ45 melompat 16,057 poin (2,32%) ke level 708,262.

Semalam si awal pembukaan perdagangan, bursa saham Wall Street naik hingga 1% lebih. Namun pada penutupan, bursa Wall Street tak bisa bertahan di zona hijau dan kembali negatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks saham Dow Jones turun 204,91 poin (1,29%) ke 15.666,44. Indeks S&P 500 turun 25,59 poin (1,35%) ke 1.867,62. Sementara indeks Nasdaq turun 19,76 poin (0,44%) ke 4.506,49.

Hari ini IHSG diperkirakan IHSG berada dalam tekanan sentimen negatif dari pasar saham global. Aksi jual investor asing kemungkinan besar berlanjut.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 167,71 poin (0,94%) ke level 17.974,41.
  • Indeks Straits Times anjlok 34,49 poin (1,19%) ke level 2.851,80.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
First Asia Capital
IHSG kemarin berhasil rebound setelah koreksi tajam sepanjang lima sesi perdagangan sebelumnya. IHSG berhasil menguat 64,772 poin (1,56%) di 4228,501. Technical rebound IHSG kemarin ditopang rebound pasar saham Asia kecuali China dan sentimen buyback sejumlah saham emiten BUMN yang sudah terkoreksi tajam sepekan terakhir. Rebound pasar kemarin terutama ditopang aksi beli balik saham perbankan, konsumsi, semen, dan saham pertambangan. Namun rebound masih terbatas karena asing masih keluar dari aset beresiko. Nilai penjualan bersih asing kemarin mencapai Rp697,29 miliar di tengah nilai transaksi di Pasar Reguler yang meningkat mencapai Rp5,37 triliun.

Sementara bursa global tadi malam bergerak mixed. Indeks Eurostoxx di zona Euro naik 4,71% di 3218,01 Sedangkan di Wall Street indeks DJIA dan S&P bergerak fluktuatif namun gagal tutup di teritori positif menyusul masih tingginya kekhawatiran pasar atas perekonomian China. Indeks DJIA setelah sempat menguat 3% namun di sesi akhir koreksi 1,29% di 15666,44. Sedangkan indeks S&P akhirnya tutup koreksi 1,35% di 1867,61. Harga minyak mentah berhasil rebound 3,27% di USD39,49/barel. Bervariasinya penutupan bursa global tadi malam terutama ditopang kenaikan kembali harga minyak dan sentimen positif dari kebijakan PBoC yang kembali memangkas tingkat bunganya sebesar 25 bp untuk kelima kalinya sejak November lalu. Tingkat bunga pinjaman satu tahun diturunkan 25 bp menjadi 4,6%. Selain tingkat bunga PBoC juga melonggarkan required reserve ratio (RRR) sebesar 50 bp. Langkah stimulus lanjutan PBoC tersebut untuk mendorong pertumbuhan negara tersebut yang tengah menghadapi perlambatan. Namun langkah ini belum mampu memberikan keyakinan perekonomian China akan membaik sehingga pasar saham Wall Street kembali tertekan di akhir sesi.

Menyusul bervariasinya pergerakan di pasar global, perdagangan saham hari ini masih berpeluang menguat namun diperkirakan terbatas. Langkah PBoC menurunkan bunga akan berdampak positif bagi pemulihan ekonomi negara tersebut dan ini akan berdampak positif bagi Indonesia. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4170 dan resisten di 4300.

Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan. Indeks naik sebesar +64 poin (+1,56%) ke 4.228 setelah bergerak di antara 4.182-4.301.

Beberapa Saham pilihan yang dapat dicermati dan cenderung defensif selama terjadi penurunan adalah: TLKM, BBTN, UNTR, ICBP, PTPP, WSKT, AKRA, serta dapat menjadi pilihan juga untuk day trade.

Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.075 – 4.333.

Indeks bursa global untuk Eropa dan sebagian Asia mengalami technical rebound setelah dalam beberapa hari mengalami penurunan yang tajam. Untuk indeks bursa AS, sempat dibuka mengalami kenaikan yang tajam namun mejelang penutupan indeks berbalik arah dan akhirnya ditutup negatif.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads