Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata mengatakan, mundurnya aksi korporasi ini sudah dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Akibat dari kondisi market (pasar) yang fluktuatif sehingga diundur ke tanggal 16 September," ujarnya kepada detikFinance, Rabu (26/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana tersebut akan dipakai untuk membiayai proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) yang diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dari target dana Rp 2,745 triliun, Pemerintah akan menyerap saham baru senilai Rp 1,4 triliun sisanya diserap oleh publik. Dana dari pemerintah itu merupakan suntikan dari Penyertaan Modal Negara (PMN).
(ang/dnl)











































