Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 14.155 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.060 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 27,680 poin (0,65%) ke level 4.200,821 akibat sentimen negatif dari pasar global. Aksi jual investor asing memaksa IHSG tinggalkan lagi level 4.200.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG terpangkas 28,798 poin (0,68%) ke level 4.199,703 terkena tekanan jual investor asing. Saham-saham bank dan pertambangan masih bisa menguat.
Indeks sempat meluncur ke titik terendahnya hari ini di 4.161,212. Namun memasuki perdagangan sesi sore IHSG pelan-pelan menanjak dan balik arah ke zona hijau.
Menutup perdagangan, Rabu (26/8/2015), IHSG naik 9,232 poin (0,22%) ke level 4.237,733. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,542 poin (0,36%) ke level 710,805.
Aksi beli selektif investor domestik berhasil membuat IHSG positif. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign nett sell) senilai Rp 527,561 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 304.121 kali dengan volume 5,817 miliar lembar saham senilai Rp 5,926 triliun. Sebanyak 122 saham naik, 167 turun, dan 72 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia rata-rata menutup perdagangan dengan negatif. Hanya bursa Jepang yang menemani Bursa Efek Indonesia (BEI) di zona hijau.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 570,13 poin (3,20%) ke level 18.376,83.
- Indeks Hang Seng anjlok 324,57 poin (1,52%) ke level 21.080,39.
- Indeks Komposit Shanghai jatuh 37,68 poin (1,27%) ke level 2.927,29.
- Indeks Straits Times melemah 8,69 poin (0,30%) ke level 2.877,60.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 850 ke Rp 36.250, United Tractor (UNTR) turun Rp 775 ke Rp 16.500, Matahari (LPPF) turun Rp 675 ke Rp 14.975, dan Mitra Keluarga (MIKA) turun Rp 400 ke Rp 26.900.
(ang/dnl)











































