Atasi Rupiah Lemah, JK: Kurangi Impor

Laporan dari Seoul

Atasi Rupiah Lemah, JK: Kurangi Impor

Muhammad Taufiqqurrahman - detikFinance
Rabu, 26 Agu 2015 22:57 WIB
Atasi Rupiah Lemah, JK: Kurangi Impor
Seoul - Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) makin perkasa terhadap rupiah hingga tembus Rp 14.100/US$. Kondisi ini sebenarnya akibat kondisi makro ekonomi Indonesia lemah karena banyak bergantung dari barang impor.

"Kita lihat realistisnya berbeda dengan tahun 1997 (krisis ekonomi), yang pertama rusak adalah bank, berbeda dengan yang sekarang yang rusak makro. Jadi artinya kalau itu masalahnya, caranya bagaimana kita mengurangi impor. Kita naikkan pendapatan rakyat dengan proyek-proyek pemerintah dan harus cepat," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), sebelum menghadiri World Summit on Peace, Security and Human Development-Sunhak Peace Prize, Seoul, Korea Selatan, Rabu (26/8/2015).

Tidak hanya rupiah yang terus melemah terhadap dolar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tren penurunan dalam beberapa hari terakhir. Menurut JK, kondisi ini bukan karena sentimen negatif dari investor yang pesimistis melihat ekonomi Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan itu penyebabnya. Ini karena daya beli menurun, ekspor menurun. Industri akan menurun pendapatannya, otomatis sahamnya menurun. Simpel saja, bukan masalah spekulasi tapi masalah dunia. Kita tidak tergantung pada pasar modal, yang terjadi penurunan riil ini karena menurunnya permintaan sehingga industri menurun," ungkapnya.

JK mengakui, betapa perkasanya dolar AS saat ini, di mana tidak hanya rupiah saja, tapi banyak mata uang di banyak negara melemah terhadap dolar AS.

"Yen begitu, yuan begitu, ringgit begitu, rupiah begitu. Artinya adalah memang dolar itu lebih kuat kepada semua mata uang. Tetapi hubungan kita dengan yen, yuan dan lainnya tidak terpengaruh. Artinya membeli barang di Korea tidak berubah harganya dengan rupiah yang sama. Kita bisa beli barang yang sama di Korea hari ini, walau pun melewati dolar," jelasnya.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads