'Jangan Ikut-ikutan Beli Dolar'

'Jangan Ikut-ikutan Beli Dolar'

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 27 Agu 2015 11:37 WIB
Jangan Ikut-ikutan Beli Dolar
Jakarta -

Dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat dan saat ini sudah menembus Rp 14.100. Pemerintah tidak mau penguatan dolar ini menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, situasi panik di pasar keuangan dunia memang masih berlanjut.โ€Ž Maka dari itu, pemerintah pimpinan Joko Widodo (Jokowi), akan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi terbaru yang rencananya keluar pekan depan.

"Pemerintah tidak ingin, karena persoalan ini berjalan terus kemudian rumah tangga mulai ikut-ikutan membeli dolar. Oleh karena itu pemerintah mulai fokus menjalankan ini," tegas Darmin, usai menghadiri rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (27/8/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa waktu sebelumnya, Darmin mengaku telah menyiapkan beberapa hal. Salahโ€Ž satunya dengan mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback). Sehingga IHSG bisa bergerak positif.

"Tapi sebenarnya yang agak masih lambat perbaikannya itu kurs," ujarnya.

Paket kebijakan ekonomi yang dirancang pemerintah mencakup banyak hal. Dengan tujuan agar bisa memperlancar kegiatan ekonomi. Presiden Jokowi meminta agar kebijakan ini bisa keluar pada pekan depan.

"Kita akan jelaskan. Tunggu saja jangan didesak dulu," tegas Darmin.

(mkl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads