IHSG Rawan Koreksi

Rekomendasi Saham

IHSG Rawan Koreksi

Angga Aliya - detikFinance
Senin, 31 Agu 2015 08:54 WIB
IHSG Rawan Koreksi
Foto: Rachman/detikFoto
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu menutup perdagangan dengan naik tipis 15 poin. IHSG sempat naik tinggi, sayang terganjal aksi ambil untung.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (28/8/2014), IHSG bertambah 15,569 poin (0,35%) ke level 4.446,201. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 2,238 poin (0,30%) ke level 757,069.

Sedangkan pasar saham Wall Street berakhir datar di akhir pekan. Pelaku pasar masih bertanya-tanya soal rencana The Federal Reserve menaikkan tingkat suku bunga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones turun tipis 0,07% ke level 16.643,01 dan Indeks S&P 500 naik tipis 0,06% ke level 1.988,87. Sedangkan Indeks Komposit Nasdaq tumbuh 0,32% ke level 4.828,33.

Hari ini IHSG diperkirakan akan terkena koreksi setelah menguat tiga hari berturut-turut. Sentimen negatif dari pasar saham Asia juga akan memberikan tekanan.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 154,36 poin (0,81%) ke level 18.981,96.
  • Indeks Straits Times naik 9,21 poin (0,31%) ke level 2.965,15.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat setelah bergerak di zona positif sepanjang hari. Indeks naik sebesar +15 poin (+0,35%) ke 4.446.

Menutup perdagangan di akhir pekan IHSG membentuk pola candle stick Star. Dalam beberapa hari ke depan IHSG rawan untuk terkoreksi. IHSG masih berada dalam kondisi yang relatif terjaga, selama tidak membuat nilai terendah (new low).

Untuk perdagangan hari ini bisa dicermati emiten di sektor pertambangan dan sektor agribisnis, dikarenakan harga Minyak Bumi (Oil WTI) yang ditutup naik sangat signifikan sebesar 6.34%.

Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.330 – 4.511.

Minyak (Oil WTI) di akhir pekan kembali ditutup melompat tajam, naik sebesar US$ 2,70 menjadi US$ 45,26 atau naik 6,34%.

Indeks bursa saham AS bergerak relatif datar (flat) sementara indeks bursa Eropa dan Asia ditutup relatif menguat bervariasi.

OSO Securities
Akhir pekan kemarin IHSG masih ditutup menguat terbatas dengan naik sebesar 0.35% ke level 4,446.20. Kenaikan IHSG yang terbatas didorong oleh aksi profit taking yang mulai dilakukan oleh pelaku pasar domestik. Mayoritas indeks sektoral ditutup menguat dengan penguatan tertinggi sektor agriculture yang mencatatkan kenaikan sebesar 2.22%. Hampir seluruh bursa Asia ditutup menguat kecuali bursa Hongkong yang turun sebesar 1.04% ke level 26,612.39.
Aksi jual yang dilakukan oleh pelaku pasar asing nampaknya sudah mulai mereda, ditengah penguatan rupiah yang saat ini berada di level 13,983 atau menguat sebesar 0.05%. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 140.49 miliar.

Titik terang yang terjadi pada bursa Wall Street pada hari sebelumnya, ternyata tidak mampu membawa bursa Wall Street untuk terus melanjutkan penguatan di akhir pekan kemarin . Indeks Dow Jones ditutup melemah sebesar 0.07% ke level 16,643.01, indeks S&P 500 naik tipis sebesar 0.06% ke level 1,988.87 dan indeks Nasdaq menguat 0.32% ke level 4,828.33. Pelemahan bursa Wall Street di tengah belanja konsumsi masyarakat AS di bulan Juli yang naik pasca kenaikan upah kerja.

IHSG kami perkirakan hari ini akan rawan koreksi pasca kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Secara teknikal, indikator MFI dan Stochastic Oscillator masih terlihat bergerak naik. Namun, indicator Momentum mengindikasikan pergerakan negatif. Hari ini kami perkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 4400-4490.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads