Penyebabnya banyak, mulai dari krisis politik akibat dugaan korupsi Perdana Menteri (PM) Najib Razak, rendahnya harga-harga komoditas, hingga penguatan dolar AS.
Muncul lah anggapan kalau krisis di Malaysia itu bakal menular ke Indonesia, seperti pada masa krisis moneter ASEAN 1998 silam. Benarkah demikian?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cuma kita lebih bagus relatif ya, sekali lagi relatif ya, cadangan devisa kita masih di US$ 107 miliar, mereka (Malaysia) sudah turun sampai US$ 87 miliar dari US$ 140-an miliar," jelasnya.
Seperti diketahui, nilai tukar ringgit semakin jatuh terhadap dolar AS. Sepanjang 2015, mata uang Malaysia itu sudah jatuh 18% terhadap mata uang Paman Sam.
Selain ringgit, rupiah juga mengalami hal yang sama dengan koreksi sekitar 12% sejak awal tahun ini.
(ang/hen)











































