Investor Pantau Demo Buruh Hari Ini

Rekomendasi Saham

Investor Pantau Demo Buruh Hari Ini

Angga Aliya - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2015 08:57 WIB
Investor Pantau Demo Buruh Hari Ini
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin melesat 63 poin didorong aksi beli di saham-saham unggulan. Investor asing pun mulai membeli bersih dengan nilai sekitar Rp 300 miliar.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (31/8/2015), IHSG ditutup menanjak 63,406 poin (1,43%) ke level 4.509,607. Sementara Indeks LQ45 ditutup melonjak 13,743 poin (1,82%) ke level 770,812.

Semalam Wall Street berakhir negatif pada perdagangan Senin. Ini terjadi setelah pejabat senior Federal Reserve (The Fed) memberi sinyal suku bunga acuan akan naik September.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks Dow Jones turun 0,69% ke 16.528,03. Indeks S&P 500 turun 0,84% ke 1.972,18. Lalu indeks Nasdaq turun 1,07% ke 4.776,51.

Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak di zona merah. Selain ada sentimen negatif dari pasar saham Asia, pelaku pasar juga akan mencermati demo buruh hari ini.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 anjlok 287,95 poin (1,52%) ke level 18.602,53.
  • Indeks Straits Times menipis 0,97 poin (0,03%) ke level 2.920,47.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
OSO Securities
Awal pekan kemarin IHSG berhasil mencatatkan penguatan pada pekan sebelumnya sebesar 1.43% ke level 4,2509.61. Penguatan yang terjadi pada IHSG seiring dengan optimisme pelaku pasar baik asing maupun domestik, tercatat pelaku pasar asing kemarin mencatatkan net buy sebesar Rp 313.07 miliar di tengah masih lemahnya rupiah, yang saat ini masih berada di level 14.000-an . Hampir mayoritas indeks sektoral ditutup menguat, kecuali sekotr agriculture dan mining yang masing-masing mencatatkan penurunan sebesar 1.06% dan 0.38%. Dari bursa Asia terlihat masih bergerak variatif, tercatat 4 bursa Asia menguat dan 4 bursa lainnya melemah ditengah rilisnya data Industrial production Jepang yang turun jauh dari periode sebelumnya 2.3% menjadi 0.2 .

Awal pekan ini bursa Wall Street cenderung ditutup variatif, di mana indeks DJIA terkoreksi tipis 0,07% ke level 16.643,01 dan indeks S&P 500 menguat tipis 0,06% ke level 1.9.88,87. sementara itu hanya indeks Nasdaq yang mengalami penguatan yang cukup tinggi yakni sebesar 0,32% ke level 4.828,33. terkoreksinya indeks Chikago Purchasing Manager dari 54,7 ke 54,4 menjadi katalis negatif pemberat pergerakan bursa Wall Street semalam.

Tidak jauh berbeda dengan bursa Wall Street, pasar saham di kawasan Eropa juga cenderung ditutup variatif, di mana dari 3 indeks utama Eropa hanya indeks FTSE 100 yang menguat sebesar 0,9% dan kedua indeks lainnya terjelembab di zona negatif. Penurunan pertumbuhan penjualan retail dan surplus neraca perdagangan kawasan Eropa menjadi juga katalis negatif bagi pergerakan saham di kawasan Eropa.

IHSG kami perkirakan hari ini akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah seiring dengan pelemahan beberapa bursa kawasan Asia. Namun secara teknikal, mayoritas indicator masih terlihat bergerak positif. Hari ini kami perkirakan IHSG akan bergerak dikisaran 4459-4559.

Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan. Indeks naik sebesar +63 poin (+1,43%) ke 4.509.

IHSG berhasil ditutup tipis di atas resistance psikologis 4.500 dan untuk hari yang ketiga Foreign (investor asing) mencatatkan nett buy. Minyak (OIL WTI) selama tiga hari berturut- turut mengalami kenaikan yang signifikan, oleh karena itu emiten di sektor pertambangan dan agribisnis dapat dijadikan pilihan untuk trasaksi (day trade) hari ini.

Estimasi pergerakan indeks hari ini akan bervariasi (mix) berada di 4.390 – 4.550.

Minyak (Oil WTI) selama tiga hari berturut-turut kembali ditutup melompat tajam, naik sebesar US$ 2,85 menjadi US$ 48,16 atau naik 6,29%. Posisi harga minyak sekarang secara teknikal, telah melewati EMA 20 D dan berada di area UpperBollinger Band.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads