Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 25,403 poin (0,56%) ke level 4.484,204 mengikuti pelemahan bursa Asia. Beberapa investor melepas saham sambil memantau demo buruh hari ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi di Agustus 2015 mencapai 0,39%. Secara kumulatif, Januari-Agustus 2015, laju inflasi adalah 2,29%. Sedangan inflasi tahunan (year on year) adalah 7,18%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Selasa (31/8/2015), IHSG jatuh 59,500 poin (1,32%) ke level 4.450,107. Sementara Indeks LQ45 anjlok 15,726 poin (2,04%) ke level 755,086.
Delapan sektor jatuh ke zona merah akibat tekanan jual, kecuali sektor agrikultur dan pertambangan masih bisa menguat. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 181.612 kali dengan volume 6,211 miliar lembar saham senilai Rp 5,209 triliun. Sebanyak 60 saham naik, 259 turun, dan 68 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia masih kompak melemah hingga siang hari ini. Pelaku pasar masih terpengaruh sentimen The Fed menaikkan tingkat suku bunga bulan ini.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 299,96 poin (1,59%) ke level 18.590,52.
- Indeks Hang Seng turun 101,44 poin (0,47%) ke level 21.569,14.
- Indeks Komposit Shanghai jatuh 33,96 poin (1,06%) ke level 3.172,03.
- Indeks Straits Times melemah 8,40 poin (0,29%) ke level 2.913,04.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.125 ke Rp 38.600, Matahari (LLPF) turun Rp 850 ke Rp 16.675, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 43.850, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 18.575.
(ang/dnl)











































