"Faktanya kita lihat ada penurunan selama Agustus, dan ini terjadi lagi. Ketidakpastian soal China berlanjut, dan ini menimbulkan kekhawatiran," kata Analis, Mohannad Aama, dilansir dari Reuters, Rabu (2/9/2015).
Sektor manufaktur di China turun sepanjang Agustus. Data lain juga memperlihatkan adanya perlambatnya dari sektor manufaktur di AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua data perlambatan ini membuat harga minyak turun 7% lebih. Belum lagi ada ekspektasi, bank sentral AS yaitu Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan bunga acuannya September ini.
Indeks Dow Jones turun 2,84% menjadi 16.058,35. Indeks S&P 500 turun 2,96% menjadi 1.913,85. Sementara indeks Nasdaq turun 2,94% menjadi 4.636,11.
"Kami belum pernah melihat volatilitas seperti ini. Ini mengingatkan saya saat krisis terjadi di 2008-2009," kata Analis, Art Hogan.
Ada 8,9 miliar lembar saham yang ditransaksikan. Ini di bawah rata-rata harian, sebanyak 9,4 miliar lembar saham.
(dnl/dnl)











































