Sebab, banyak BUMN yang sahamnya anjlok hingga jauh di bawah nilai fundamentalnya. Dengan buyback, emiten BUMN bisa membeli sahamnya sendiri di harga murah dan menjualnya kembali di harga tinggi.
Selain itu, buyback juga bisa memberi sentimen positif kepada pelaku pasar modal dalam negeri di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok. Apakah buyback saham ini sudah berjalan?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuannya ada beberapa hal, seperti untuk ISO (Incentive Stock Options), untuk employment, ada juga lihat P/E (price to earning ratio) yang cukup rendah," jelasnya.
Rini mengatakan, dana yang digunakan oleh para BUMN ini dari internal. Selain emiten BUMN, Rini juga mengatakan asuransi dan dan pensiun pelat merah siap masuk ke pasar.
"Kita lihat itunya P/E-nya, turunnya sudah berapa. Ada perusahaan yang turunnya 45% tapi naiknya baru 5%. Itu dianalisis secara total," ujarnya.
(ang/ang)











































