Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 14.165 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.125 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 26,660 poin (0,61%) ke level 4.427,953 didorong penguatan bursa saham global dan regional. Saham-saham unggulan dibeli investor domestik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menguat 25,081 poin (0,57%) ke level 4.426,374 meski dihambat aksi jual saham oleh investor asing. Saham konstruksi dan perkebunan naik tinggi.
Aksi beli banyak dilakukan oleh investor domestik di saham-saham unggulan. Seluruh indeks sektoral kompak menguat di zona hijau.
Menutup perdagangan, Kamis (3/9/2015), IHSG bertambah 31,818 poin (0,72%) ke level 4.433,111. Sementara Indeks LQ45 menanjak 7,066 poin (0,95%) ke level 753,171.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 299,574 miliar di seluruh Indonesia.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 190.394 kali dengan volume 5,623 miliar lembar saham senilai Rp 3,605 triliun. Sebanyak 184 saham naik, 85 turun, dan 90 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan mixed sore ini. Pasar saham China dan Hong Kong bergerak fluktuatif sebelum akhirnya ditutup melemah.
Berikut situadi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 menguat 86,99 poin (0,48%) ke level 18.182,39.
- Indeks Hang Seng anjlok 250,49 poin (1,18%) ke level 20.934,94.
- Indeks Komposit Shanghai turun 6,46 poin (0,20%) ke level 3.160,17.
- Indeks Straits Times naik 26,44 poin (0,92%) ke level 2.904,57.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah United Tractor (UNTR) naik Rp 1.675 ke Rp 19.925, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.225 ke Rp 76.250, Acset (ACST) naik Rp 350 ke Rp 4.300, dan Mayora (MYOR) naik Rp 300 ke Rp 26.800.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 6.500 ke Rp 135.000, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 700 ke Rp 10.100, Matahari (LPPF) turun Rp 200 ke Rp 16.100, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 160 ke Rp 2.805.
(ang/hen)











































