Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 14.149 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.165 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun 10,646 poin (0,24%) ke level 4.422,465 akibat tekanan jual, terutama dilakukan investor asing. Sentimen yang beredar dari pasar saham global dan regional juga tak banyak membantu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG turun tipis 2,241 poin (0,05%) ke level 4.430,870 di tengah perdagangan yang sepi. Jatuhnya bursa-bursa Asia memberi sentimen negatif.
Saham-saham yang kemarin sudah naik tinggi mulai dilepas investor. Tekanan jual semakin ramai menjelang penutupan perdagangan.
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (4/9/2015), IHSG ditutup terkoreksi 17,768 poin (0,40%) ke level 4.415,343. Sementara Indeks LQ45 ditutup terpangkas 3,324 poin (0,44%) ke level 749,847.
Transaksi investor asing hingga sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 58,629 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 185.921 kali dengan volume 4,332 miliar lembar saham senilai Rp 4,073 triliun. Sebanyak 100 saham naik, 174 turun, dan 74 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia kompak menutup perdagangan di zona merah di akhir pekan ini. Pasar saham Jepang jatuh paling dalam akibat investor asing yang menarik dana hingga triliunan yen.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 jatuh 390,23 poin (2,15%) ke level 17.792,16.
- Indeks Hang Seng turun 94,33 poin (0,45%) ke level 20.840,61.
- Indeks Komposit Shanghai melemah 6,46 poin (0,20%) ke level 3.160,17.
- Indeks Straits Times anjlok 39,50 poin (1,36%) ke level 2.866,93.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Merck (MERK) naik Rp 1.000 ke Rp 136.000, Mandom (TCID) naik Rp 800 ke Rp 17.800, Unilever (UNVR) naik Rp 475 ke Rp 38.950, dan Matahari (LPPF) naik Rp 400 ke Rp 16.500.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 950 ke Rp 75.300, Mitra Keluarga (MIKA) turun Rp 500 ke Rp 27.500, Siloam (SILO) turun Rp 475 ke Rp 15.300, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 475 ke Rp 42.600.
(ang/dnl)











































