Wall Street Jatuh 1% Lebih

Wall Street Jatuh 1% Lebih

Wahyu Daniel - detikFinance
Sabtu, 05 Sep 2015 09:43 WIB
Wall Street Jatuh 1% Lebih
Foto: Reuters
New York - Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) jatuh 1% lebih pada perdagangan Jumat akhir pekan, setelah data tenaga kerja di bawah ekspektasi para ekonom. Ini membuat munculnya ketidakpastian apakah bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan bunga acuannya bulan ini.

Kemudian, kekhawatiran soal guncangan ekonomi di China mendorong investor melakukan aksi jual.

"Pasar bingung. Laporan tenaga kerja masih oke, namun ada kekhawatiran soal China yang menyelimuti pasar saham pada pekan ini," kata Analis, John Augustine, dilansir dari Reuters, Sabtu (5/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyerapan tenaga kerja bertambah 173.000 pada bulan lalu, lebih rendah dari ekspektasi ekonom yaitu 220.000 tambahan tenaga kerja baru. Namun angka pengangguran turun jadi 5,1%, atau tingkat terendahnya dalam 7 tahun terakhir.

Angka suku bunga acuan di AS yang nyaris 0% membuat pasar saham naik 3 kali lipat dari tingkat terendahnya, saat krisis keuangan 2009 lalu. Kalangan pelaku saham banyak yang berharap, The Fed akan menahan kenaikan bunga acuannya karena kondisi ekonomi global yang belum stabil.

Indeks Dow Jones turun 1,66% menjadi 16.102,38. Indeks S&P 500 turun 1,53% menjadi 1.921,23. Dan indeks Nasdaq turun 1,05% menjadi 4.683,92.

Volume transaksi saham adalah 6,3 miliar lembar, di bawah rata-rata transaksi harian sebanyak 7,9 miliar lembar saham.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads