Kemudian, kekhawatiran soal guncangan ekonomi di China mendorong investor melakukan aksi jual.
"Pasar bingung. Laporan tenaga kerja masih oke, namun ada kekhawatiran soal China yang menyelimuti pasar saham pada pekan ini," kata Analis, John Augustine, dilansir dari Reuters, Sabtu (5/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka suku bunga acuan di AS yang nyaris 0% membuat pasar saham naik 3 kali lipat dari tingkat terendahnya, saat krisis keuangan 2009 lalu. Kalangan pelaku saham banyak yang berharap, The Fed akan menahan kenaikan bunga acuannya karena kondisi ekonomi global yang belum stabil.
Indeks Dow Jones turun 1,66% menjadi 16.102,38. Indeks S&P 500 turun 1,53% menjadi 1.921,23. Dan indeks Nasdaq turun 1,05% menjadi 4.683,92.
Volume transaksi saham adalah 6,3 miliar lembar, di bawah rata-rata transaksi harian sebanyak 7,9 miliar lembar saham.
(dnl/dnl)











































