"Sebenarnya real effective exchange harusnya di Rp 13.000, sekarang sudah ketinggian, ini cuma masalah emosional saja," kata Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin di acara diskusi di Jakarta, Senin (7/9/2015).
Melonjaknya dolar AS, kata dia, karena terlalu banyak berita negatif yang beredar baik di dalam negeri maupun luar negeri. Semakin banyak kabar negatif, maka rupiah akan semakin terpuruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi pun berharap media massa di tanah air tidak berlebihan memberitakan pelemahan rupiah. Ia khawatir dolar AS bisa tembus Rp 15.000 jika terus dihajar kabar buruk.
"Kalau diberitakan jelek terus rupiah tembus juga ke Rp 15.000. Efek psikologis dan emosi. Pelaku pasar kan juga manusia," ujarnya.
(ang/hen)











































