Sementara tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 14.275 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.261 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun 19,192 poin (0,45%) ke level 4.282,173 melanjutkan koreksi kemarin. Tidak ada sentimen positif yang bisa membawa IHSG ke zona hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG melemah 18.194 poin (0,42%) ke level 4.283,171. Investor asing paling banyak melepas saham.
Saham-saham unggulan kembali terkena koreksi cukup dalam. Aksi jual investor asing pun berlanjut.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (8/9/2015), IHSG ditutup naik 17,226 poin (0,40%) ke level 4.318,591. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 2,694 poin (0,37%) ke level 726,626.
Aksi beli investor domestik yang berhasil mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 713,621 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 207.332 kali dengan volume 5,019 miliar lembar saham senilai Rp 4,517 triliun. Sebanyak 160 saham naik, 97 turun, dan 83 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia mulai balik arah ke zona hijau menjelang penutupan perdagangan. Posisi yang sudah rendah dimanfaatkan investor untuk berburu saham murah.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 jatuh 433,39 poin (2,43%) ke level 17.427,08.
- Indeks Hang Seng melonjak 675,52 poin (3,28%) ke level 21.259,04.
- Indeks Komposit Shanghai menanjak 90,03 poin (2,92%) ke level 3.170,45.
- Indeks Straits Times melompat 32,30 poin (1,13%) ke level 2.884,71.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 975 ke Rp 75.000, Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 37.750, Matahari (LPPF) turun Rp 375 ke Rp 15.325, dan Impack Pratama (IMPC) turun Rp 250 ke Rp 9.000.
(ang/dnl)











































