Mengakhiri perdagangan, Selasa (8/9/2015), IHSG ditutup naik 17,226 poin (0,40%) ke level 4.318,591. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 2,694 poin (0,37%) ke level 726,626.
Semalam bursa saham Wall Street naik 2% lebih setelah pada pekan lalu mengalami penurunan. Penguatan ini juga dipengaruhi oleh naiknya bursa saham China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan akan melanjutkan penguatan setelah mendapat sentimen positif dari bursa regional dan global. Saham-saham yang sudah murah siap diburu investor.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 769,03 poin (4,41%) ke level 18.196,11.
- Indeks Straits Times naik 8,37 poin (0,29%) ke level 2.893,69.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat. Indeks naik sebesar +17 poin (+0,4%) ke 4.318 setelah bergerak di antara 4.269-4.325.
Area 4.237-4.295 relatif cukup kuat, terbukti dengan menguatnya IHSG pada ahkir sesi menjadi positif yang sebelumnya pada pembukaan sempat dibuka negatif. Dengan dukungan indeks global yang ditutup mayoritas menguat, maka IHSG masih akan melanjutkan penguatannya. Emiten di sektor keuangan (banking), konstruksi, dan konsumer serta agribisnis (CPO) dapat menjadi pilihan transaksi untuk hari ini.
Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.300 β 4.415
Indeks bursa AS ditutup menguat signifikan setelah sehari sebelumnya libur serta penguatan ini diikuti oleh indeks bursa Eropa. Penguatan ini merupakan respons dari indeks Shanghai dan HSI yang pada awal perdagangan mengalami penurunan yang signifikan, namun akhirnya menjelang sesi penutupan berbalik arah dan akhirnya ditutup naik signifikan.
OSO Securities
IHSG berhasil naik tipis pada perdagangan kemarin dengan naik sebesar 0.40% ke level 4,318.37. Kenaikan IHSG didukung oleh indeks sektoral yang mayoritas ditutup menguat, dimana kenaikan tertinggi terjadi pada indeks Agriculture dan Property yang masing- masing berhasil mencatatkan penguatan sebesar 1.36% dan 1.98%. Anggaran belanja pemerintah untuk K/L bidang ekonomi yang saat ini baru terserap sebesar 34.7% semakin menambah kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi perekonomian Indonesia, tercermin dari nilai tukar rupiah yang semakin melemah yang saat ini berada di level 14,280 atau terdepresiasi sebesar 0.10%. Dari bursa Asia, mayoritas indeks ditutup menguat kecuali indeks Nikkei yang terkoreksi cukup signifikan seiring dengan rilisnya data pertumbuhan GDP kuartal II jepang yang hanya -0.5% dari sebelumnya -0.3% mengindikasikan bahwa perekonomian Jepang tumbuh melambat.
Semalam bursa wall Street ditutup rebound dengan mayoritas penguatan diatas 2% imbas sentimen positif dari global.Indeks Dow Jones naik sebesar 2.42% ke level 16,492.68, indeks S&P 500 menguat sebesar 2.51% ke level 1,969.41 dan indeks Nasdaq naik sebesar 2.73% ke level 4,811.93. Hingga saat ini pelaku pasar masih berfokus pada keputusan Fed rate minggu depan.
Sementara itu bursa Eropa ditutup menguat inline dengan reboundnya bursa China. Pelaku pasar berharap, akan ada stimulus lanjutan dari pemerintah China untuk mendorong perekonomian China. Rilisnya data import China bulan Agustus yang turun menjadi -13,5% dari sebelumnya -8.1% mengindikasikan berhasilnya kebijakan devaluasi yuan. Selain itu rilisnya data pertumbuhan GDP Kawasan Uni Eropa tahunan yang naik menjadi 1.5% dari sebelumnya 1.20% juga ikut menjadi katalis positif pada perdagangan kemarin.
Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Paket kebijakan ekonomi yang akan dirilis hari ini oleh presiden Jokowi akan menjadi faktor penggerak saham hari ini. Namun secara teknikal, indicator RSI dan Stochastic Oscillator terlihat mulai bergerak melemah. Selain itu, indicator MACD Histogram juga semakin melemah. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4255-4401.
(ang/ang)











































