Dolar AS Tinggi, Hotel di Bali Makin Ramai

Dolar AS Tinggi, Hotel di Bali Makin Ramai

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Rabu, 09 Sep 2015 12:00 WIB
Dolar AS Tinggi, Hotel di Bali Makin Ramai
Foto: Dewi/detikFinance
Nusa Dua -

Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah hingga menembus level Rp 14.300 justru memberi berkah bagi sektor pariwisata.

Hotel di Bali ramai dikunjungi turis dari berbagai mancanegara. Tingkat pengisian kamar atau okupansi pun meningkat.

"Dampak rupiah melemah, memang ada mempengaruhi untuk hotel. Ramai, meskipun nggak weekend. Okupansi lumayan bagus dalam seminggu ini, mix market, ada domestik, Rusia, India, China," ujar Director of PR & Communication Ayodya Resort Bali Dewi Shintawati saat ditemui di Ayodya Resort, Nusa Dua, Bali, Rabu (9/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebutkan, Ayodya Resort Bali memiliki kamar hingga 541 kamar dan rata-rata tingkat okupansi hotelnya mencapai 70-80%.

"Kita ada 541 kamar, hotel terbesar kedua di sini, jadi ya tamu yang datang bisa 1.000-an," katanya.

Meskipun banyak turis yang berkunjung, Dewi menjelaskan, pembayaran atau transaksi hotelnya tetap menggunakan rupiah sesuai dengan peraturan Bank Indonesia (BI).

"Tarif dan transaksi rupiah semua semenjak ada kebijakan, sudah otomatis ubah semua dan kita juga konfirmasi ke klien harga dalam bentuk rupiah," terang dia.

Dewi menambahkan, saat ini turis China mendominasi kawasan wisata Bali.

"Market China lagi booming. Eropa lagi suffer, China yang mengisi," imbuhnya.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads