Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah meminta emiten (perusahaan terbuka) pelat merah untuk membeli kembali sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini ditentang Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) karena menilai 70% investor pasar di Indonesia adalah investor asing.
"Tidak ada cara lain untuk menyelesaikan krisis selain sektor riil. Tingkatkan produk dalam negeri sehingga ketergantungan kita pada investasi asing tidak sebesar sekarang," kata JK di bedah buku Reinventing Indonesia karya Ginanjar Kartasasmita di gedung Magister Manajemen UI, Jalan Salemba, Jakpus, Selasa (9/9/2015).
Dalam acara bedah buku itu hadir Agung Laksonio, Fadel Muhammad, Miranda Gultom, dan Muladi. Ia menegaskan bahwa ia adalah salah satu orang yang paling tak setuju buyback dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buyback ini dilakukan karena banyak BUMN yang sahamnya anjlok hingga jauh di bawah nilai fundamentalnya. Dengan buyback, emiten BUMN bisa membeli sahamnya sendiri di harga murah dan menjualnya kembali di harga tinggi.
Selain itu, buyback juga bisa memberi sentimen positif kepada pelaku pasar modal dalam negeri di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok. (mnb/ang)











































