Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 14.329 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.283 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun 34,621 poin (0,80%) ke level 4.312,656 mengekor koreksi pasar saham regional dan global. Indeks kembali bergerak di kisaran 4.200.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG melemah 19,140 poin (0,44%) ke level 4.328,137 gara-gara aksi jual investor asing. Lesunya bursa Asia memberi sentimen negatif.
Aksi beli mulai muncul menjelang penutupan perdagangan. Sayangnya aksi beli yang dilakukan investor domestik ini gagal membawa IHSG ke zona hijau.
Mengakhiri perdagangan, Kamis (9/9/2015), IHSG ditutup menipis 4,016 poin (0,09%) ke level 4.343,261. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,739 poin (0,10%) ke level 731,493.
Transaksi investor asing hingga sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 94,998 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 205.106 kali dengan volume 4,974 miliar lembar saham senilai Rp 4,185 triliun. Sebanyak 116 saham naik, 159 turun, dan 81 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia kompak menutup perdagangan di zona merah sore ini. Tekanan jual saham terasa sejak pembukaan perdagangan.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 jatuh 470,89 poin (2,51%) ke level 18.299,62.
- Indeks Hang Seng anjlok 568,81 poin (2,57%) ke level 21.562,50.
- Indeks Komposit Shanghai amblas 45,20 poin (1,39%) ke level 3.197,89.
- Indeks Straits Times turun 34,35 poin (1,17%) ke level 2.893,83.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 800 ke Rp 16.500, United Tractor (UNTR) turun Rp 625 ke Rp 17.375, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 8.600, dan Siloam (SILO) turun Rp 350 ke Rp 14.550.
(ang/dnl)











































