Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (14/9/2015), IHSG ditutup melaju 29,905 poin (0,69%) ke level 4.390,373. Sementara Indeks LQ45 ditutup menanjak 7,013 poin (0,95%) ke level 743,374.
Sementara bursa saham Wall Street ditutup negatif di awal pekan. Investor menunggu keputusan rapat bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) pekan ini terkait suku buga acuan. Selain itu, data ekonomi di China masih menunjukkan pelemahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan akan mengalami koreksi jika melihat sentimen negatif yang beredar. Aksi jual asing akan kembali terjadi.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 213,72 poin (1,19%) ke level 18.179,42.
- Indeks Straits Times anjlok 29,30 poin (1,02%) ke level 2.842,17.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat meskipun mayoritas bursa regional Asia melemah. Indeks naik sebesar +29 poin (+0,69%) ke 4.390.
Pergerakan IHSG hari ini akan bervariasi (mix) dengan pergerakan yang terbatas. Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.350-4.435.
Bursa global bergerak beravariasi (mix). Indeks bursa AS ditutup terkoreksi begitu juga dengan sebagian Indeks bursa Eropa sedangkan untuk indeks bursa Asia ditutup menguat terbatas.
Emas ditutup naik tipis di 1.107 atau +0,05%. Minyak Bumi (OIL WTI) ditutup turun di 44,12 atau -1,47%.
OSO Securities
Awal pekan ini IHSG berhasil melanjutkan penguatan dengan naik sebesar 0.69% ke level 4,390.37. Semua sekor berhasil ditutup menguat dipimipin oleh sektor Consumer Goods yang menguat 1.89% dan sektor manufacture yang naik sebesar 1.22%. Perdagangan saham kemarin terlihat masih sangat sepi dimana nilai transaksi kemarin hanya sebesar Rp 2,72 triliun, jauh dari rata-rata perdagangan saham sebelumnya yang berada di kisaran Rp 4 triliunan. Hal ini, inline dengan merosotnya rupiah yang kembali terdepresiasi sebesar 0.08% ke level 14,333.00.
Dari bursa Asia, indeks Shanghai ditutup terkoreksi tajam seiring dengan rilisnya data ekonomi China yang melambat pada hari minggu kemarin, yaitu, data Fixed Asset investment yang berada di level 10.9% atau lebih rendah dari ekspektasi pasar 11.1%. Selain itu pertumbuhan produksi industri bulan Agustus juga ikut melambat sebesar 6.1%. Selain China, Jepang juga mengalami koreksi yang cukup signifikan seiring dengan rilisnya data ekonomi Jepang yang turun, seperti: produksi industri Jepang bulan juli yang turun menjadi -0.8% dari sebelumnya 1.1%.
Sementara itu, semalam bursa Wall Street ikut terkena imbas dari koreksi yang terjadi pada bursa Asia khususnya China yang mengalami koreksi cukup dalam akibat rilisnya data Factory Output & Investment bulan Agustus yang melambat, seiring dengan penantian FOMC meeting. Indeks Dow Jones terkoreksi sebesar 0.38% ke level 16,370.96. indeks S&P 500 turun sebesar 0.41% ke level 1,953.03 dan indeks Nasdaq turun melemah sebesar 0.34% ke level 4,805.76.
Kekhawatiran terhadap perekonomian China yang nampaknya berpengaruh besar terhadap perdagangan di pasar saham Eropa, di mana mayoritas bursa utama Eropa mencatatkan penurunan ditengah positifnya data Produksi Industri kawasan uni Eropa bulan Juli yang naik menjadi 1.9% dari sebelumnya 1.5%. Hanya indeks DAX yang mampu mencatatkan kenaikan tipis yaitu sebesar 0.08% ke level 10,131.74, sedangkan 2 indeks lainnya, FTSE 100 dan CAC 40 mengalami pelemahan masing-masing sebesar -0.54% dan -0.67%.
Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak melemah seiring dengan sentimen negatif yang terjadi pada bursa Asia. Selain itu data trade balance Indonesia yang akan dirilis hari ini akan menjadi salah satu faktor penggerak saham. Namun secara teknikal, chart IHSG terlihat masih sideways. Indicator RSI dan MACD Histogram sedikit menguat. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4340-4430.
(ang/ang)











































