Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 17,503 poin (0,40%) ke level 4.372,870 terimbas sentimen negatif dari pasar Asia. Investor asing kembali melepas saham.
Jelang pertemuan The Fed soal suku bunga, tekanan di pasar keuangan mulai meninggi. Dolar AS juga semakin menekan rupiah hingga ke kisaran Rp 14.380.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham unggulan yang kemarin sudah naik jadi sasaran aksi ambil untung. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa terkena koreksi.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 114.714 kali dengan volume 3,520 miliar lembar saham senilai Rp 1,84 triliun. Sebanyak 50 saham naik, 171 turun, dan 65 saham stagnan.
Bursa-bursa regional masih bergerak variatif hingga siang hari ini, kecuali bursa saham Jepang yang menanti pengumuman tingkat suku bunga acuan dari bank sentral setempat.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 158,88 poin (0,88%) ke level 18.124,58.
- Indeks Hang Seng turun 61,51 poin (0,29%) ke level 21.500,39.
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 78,65 poin (2,53%) ke level 3.036,15.
- Indeks Straits Times melemah 24,24 poin (0,84%) ke level 2.847,23.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.375 ke Rp 38.875, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 975 ke Rp 41.050, Indocement (INTP) turun Rp 625 ke Rp 19.350, dan Matahari (LPPF) turun Rp 500 ke Rp 15.575.
(ang/dnl)











































